TRENDING

Gallery Foto


Created with flickr slideshow.
Tampilkan postingan dengan label Tempat Bersejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Bersejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Agustus 2014

Sejarah dan Fakta Menarik tentang 'Baju' Kabah

Dengan berat lebih dari 670 kilogram, kiswah dihias dengan bordiran ayat-ayat Alquran dalam bentuk kaligrafi. Dikerjakan lebih dari 200 seniman berbakat menggunakan benang emas dan perak murni.
Rindu Ke Baitullah- Jutaan orang muslim melakukan perjalanan setiap tahun ke Mekah untuk berdoa di dalam Masjidil Haram dan mengunjungi rumah Allah, Kabah. Dan setiap tahun, sesuai tradisi selama haji, pada hari ke-9 bulan Islam, Ka'bah mendapat kiswah baru, yaitu penutup yang terbuat dari sutra murni.

Dengan berat lebih dari 670 kilogram, kiswah dihias dengan bordiran ayat-ayat Alquran dalam bentuk kaligrafi. Hiasan tersebut dikerjakan oleh lebih dari 200 seniman berbakat menggunakan benang emas dan perak murni. Itulah cuplikan dari buku terbaru tentang kiswah, Islamic Textiles, from the Sharjah Museum of Islamic Civilization, yang diterbitkan oleh Sharjah Museum Department.
Dijual seharga Dh70 di toko museum, buku setebal 76 halaman itu dirancang dalam warna hitam dan emas. Di dalamnya bercerita tentang beberapa tekstil yang paling suci dan penting dari Mekah dan Madinah, serta dari periode Ottoman, Turki dan Mesir.

Saat mengagumi keindahan dan kesucian kiswah, seringkali jamaah tidak memiliki kesempatan untuk membaca apa yang telah ditulis di sepanjang penutup Kabah. Karena ratusan umat saling mendorong untuk menyentuh Al Hajar Al Aswad, batu hitam di sudut timur Ka'bah itu.
Bagian-bagian dari kain memiliki desain berbeda dan cerita yang berbeda. Misalnya, tirai untuk pintu Kabah dikenal sebagai sitara, burdah atau burqu, dan merupakan salah satu bagian paling rumit dari kiswah.
Penampilan sitara telah berubah sedikit selama berabad-abad, disulam dengan tulisan doa kepada Allah, permohonan dan ayat-ayat Alquran. Pada dua panel bawah, yang terbungkus bingkai persegi panjang, terdapat tulisan nama orang yang menyulam kiswah.

Manal Ataya, Direktur Jenderal Departemen Museum Sharjah, mengatakan buku itu telah dirilis sebagai bagian dari kontribusi departemen untuk perayaan Sharjah sebagai Ibukota Kebudayaan Islam pada 2014.
"Pada saat yang sama, buku itu menawarkan banyak informasi menarik tentang tekstil yang muslim temukan ketika mengunjungi tempat-tempat suci Mekah dan Madinah selama musim haji dan Umrah."
Pembuat 'Baju' Kabah

Kebiasaan untuk memberi 'baju baru' pada Ka'bah setiap tahun dimulai pada 1927. Pendiri Arab Saudi, Raja Abdul Aziz, memerintahkan pendirian pabrik yang didedikasikan untuk pembuatan kiswah di Mekah.
"Awalnya, tekstil berharga dan mewah dikirim ke Ka'bah dari seluruh dunia Islam. Di bawah Mamluk, pusat pembuatan tekstil utama adalah di Mesir dan Suriah, kemudian di bawah Ottoman, bergabunglah para pembuat kiswah di Bursa dan Istanbul. Sejak awal abad 20, semua tekstil agama untuk tempat-tempat suci dibuat di Makkah," Ataya menguraikan.

Sejak 1962, pabrik Umm al-Joud di Makkah telah menjadi pusat pembuatan kiswah paling terkenal. Salah satu tekstil menarik lainnya adalah tas simbolis berwarna hijau dari bahan sutra yang diproduksi mulai 1987 sebagai tempat menaruh kunci Kabah.
Selama berabad-abad, tas khusus tersebut telah disiapkan setiap tahun bersama-sama dengan kiswah. Tas kunci tersebut diserahkan kepada perwakilan paling senior dari Bani Shayba, keturunan langsung dari Utsman bin Thalhah, orang yang dipilih oleh Nabi Muhammad untuk menjaga kunci Ka'bah "sampai hari kiamat".

Istimewa
Dibuat secara eksklusif untuk tempat suci Mekah dan Madinah, tekstil Islam sangat dihormati, dijaga ketat, diawetkan dan disimpan setelah digunakan. Tekstil tertua di Museum Sharjah terkait dengan Mekah dan Madinah berasal dari abad 17 dan 18. Dibuat dengan sutra halus dari Bursa dan Istanbul, keduanya digunakan untuk menutupi Ka'bah dan makam Nabi Muhammad di Madinah.

Fakta menarik lainnya adalah kiswah tidak selalu hitam. Pada zaman awal Islam, Ka'bah bisa ditutupi dengan berbagai tekstil mewah dan berwarna selain hitam. Penggunaan kain hitam diadopsi pada abad ke-12. Hal ini juga diasumsikan bahwa sekitar waktu itu belt [Hizam] sekitar bagian atas Kabah mulai disematkan.
Skema warna yang berbeda seperti saat ini (hitam, emas dan perak) mulai diperkenalkan pada awal abad 20 di bawah pemerintahan Saudi. (Dream.Co.Id)

Rabu, 27 Agustus 2014

Madinah, Kota Paling Kompetitif di Dunia

Kota suci umat Islam sedunia ini dianggap memiliki indeks daya saing investasi terbaik di dunia.

 
Rindu Ke Baitullah - Tak hanya di zaman Nabi Muhammad SAW, kota suci kedua umat muslim dunia, Madinah, juga terus berperan penting hingga saat ini. Kota Madinah ternyata masuk dalam satu kota tujuan investasi pemodal lokal dan global

Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman mengatakan Madinah sudah tersohor sebagai provinsi yang ramah investasi. Daya saing investasi di Madinah bahkan sudah diakui oleh indeks daya saing yang dikeluarkan lembaga internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Pangeran Faisal saat menerima Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madinah, Muhammad Al-Khatrawi dan Ketua Komite Bisnis Pemuda, Wael Al-Oufi, seperti dikutip Dream dari laman Arabnews, Kamis, 28 Agustus 2014.

Pangeran mengingatkan bahwa Madinah telah diakui sebagai salah satu kota tujuan investasi paling kompetitif di dunia. Tak heran jika sejumlah proyek rencananya akan diluncurkan dengan tujuan meningkatkan iklim investasi dan menciptakan lebih banyak peluang kerja di provinsi ini.
Pemimpin kota suci kedua Islam ini meminta agar generasi muda Saudi mampu menerjemahkan ide-ide baru ke dalam proyek-proyek yang layak. (Dream.Co.Id)

3 Negara Muslim Ini Punya Menara Jam Terindah di Dunia

Jazirah Arab adalah 'rumah' bagi beberapa menara jam paling indah di dunia.

Rindu Ke Baitullah- Lebanon, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab adalah 'rumah' bagi beberapa menara jam paling indah di dunia.
Dari 17 rumah jam yang disisir The Telegraph, menara jam Hamidiyyeh di Beirut menempati posisi ke delapan. Disusul menara jam Makkah Royal Hotel di urutan kesembilan dan menara jam Deira di Uni Emirat Arab di posisi 15.
Menara jam Hamidiyyeh yang dibangun menghadap gedung parlemen Lebanon di Downtown Beirut di bangun pada 1897. Kemudian direkonstruksi setelah terjadi perang saudara pada 1975-1990 di negara itu.


Menara jam Makkah Royal Hotel adalah yang tertinggi di dunia. Dengan tinggi 600 meter, menara jam ini mendominasi sebuah kompleks bangunan milik pemerintah di ibukota Saudi. Tak hanya tertinggi di dunia, jam ini juga memiliki diameter terpanjang di dunia yang mencapai 43 meter.


Sementara menara jam Deira atau Dubai Clocktower adalah bangunan tertua di Emirat. Monumen ini dibangun lebih dari empat dekade lalu. Dubai Clocktower memiliki struktur beton Sixties yang anggun berbentuk busur dan kedua ujungnya mengarah ke arah jam yang berbentuk kotak.
Tak diragukan lagi, menara jam Big Ben di London mengambil posisi pertama. Sebenarnya nama yang tepat adalah Elizabeth Tower. Big Ben sendiri adalah nama dari bel yang ada di dalam menara yang dipasang pada 1859. (Ism.Dream.Co.Id)
 

Bekas Istana Penguasa Arab Disulap Jadi Hotel Super-Mewah


Rindu Ke Baitullah - Sebuah bangunan bersejarah di tepi Teluk Arab yang semula dibangun sebagai istana untuk penguasa Abu Dhabi, disulap menjadi hotel yang menawarkan aneka kemewahan. Adalah perusahaan perhotelan global Swiss-Belhotel International yang menyulap bangunan itu untuk memperluas jaringan bisnisnya di Timur Tengah.

Diberi nama Swiss-Belresort Ghantoot, Chairman dan President Swiss-Belhotel International, Gavin Faull M, mengatakan, properti ini adalah tambahan berharga untuk portofolio perusahaan. "Ini adalah properti yang indah dan patut dilestarikan," katanya seperti dikutip Dream dari laman Arabianbusiness, Rabu, 27 Agustus 2014.

Resor yang arsitekturnya baru saja diperbaharui ini mempertontonkan kemewahan dan gaya Arab. Hal ini terlihat dari dinding berwarna keemasan, kubah, balkon yang luas dan ruangan yang banyak.


Tak hanya itu, bekas istana ini juga menawarkan klub kesehatan dengan lapangan squash, ruang olahraga, tenis meja, dan biliar. Termasuk juga ruang untuk sauna dan jacuzzi dengan sarana pijat yang disediakan terapis profesional.
Resor ini merupakan salah satu dari tujuh hotel yang akan dibuka Swiss-Belhotel pada 2015. Hotel lainnya adalah Swiss-Belhotel Seef di Bahrain, Swiss-Belinn Ghurbrah di Oman, Swiss-Belhotel Riyadh di Arab Saudi dan Swiss-Belhotel Erbil di Irak.



Swiss-Belhotel International saat ini mengoperasikan Swiss-Belhotel Plaza di Kuwait, Swiss-Belhotel Doha di Qatar dan Swiss-Belhotel Seef di Bahrain.
Perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu mengatakan akan mengungkap 20 hotel lainnya tahun ini.
"Swiss-Belhotel International berada tengah-tengah periode menarik dari pertumbuhan di Timur Tengah, dengan tiga hotel lainnya direncanakan akan diluncurkan sebelum akhir tahun depan. Dan pertumbuhan kami di sana melengkapi kemajuan bisnis global kami." (Ism. Dream.co.id
)

Jumat, 16 Mei 2014

Uhud: Magnet Bagi Jamaah Umrah Saat Ramadhan

MADINAH–Bulan ramadhan menjadi magnet umat islam untuk datang berziarah maupun ibadah ke kota suci Madinah, banyak orang mengunjungi situs bersejarah di kota itu, termasuk situs tempat  kala terjadi perang Uhud pada masa Nabi Muhammad (saw) 625 (3 H).
Ribuan orang mengunjungi bukit Uhud, banyak penduduk lokal mengambil kesempatan untuk mendirikan kios-kios untuk menjual cinderamata, parfum, manik-manik, herbal, buku, Alquran, kalender, minuman ringan dan es krim.
Nurul Haq Siraj, seorang jamaah Umrah asal Pakistan, mengatakan ia membeli beberapa rempah-rempah dan rosario. “Sungguh menakjubkan cara mereka mengemas barang di sini, belum lagi keragaman barang yang dijual,” katanya.
Khaled Ibrahim, seorang peziarah Umrah dari Mesir, bergegas  mengunjungi kios-kios usai berziarah ke makam para sahabat Nabi yang menjadi shuhada dalam perang Uhud. “Saya membeli beberapa pernik bebatuan. Saya juga berfoto di tempat itu. Foto ini akan mengingatkan saya bahwa saya pernah berkunjung ke tempat ini dan diharapkan akan mengingatkan saya tentang ziarah saya ketika saya kembali di masa mendatang, “katanya.
Di satu sisi berdiri tegak gunung Uhud yang dahulu menjadi medan perang, sementara di sisi lain berdiri sebuah bukit yang berbatu-batu, disitulah sekelompok fotografer mengambil gambar para peziarah.
“Banyak peziarah yang ingin memiliki foto mereka diambil di sini untuk mengingatkan mereka dari tempat ini. bukit ini terkenal dan memiliki banyak makna sejarah, “kata Khaled Al-Matarfi.
“Kami memasang tarif untuk satu foto SR 10  dan SR 15 untuk dua foto. Meskipun kamera ponsel telah mengakibatkan penurunan bisnis kami, namun kami masih bisa mendapatkan antara SR 300 sampai SR 200 sehari, “katanya.
Perang Uhud adalah pertempuran kedua antara orang-orang kafir dari Makkah dan Muslim dari Madinah, dimana sebelumnya telah didahului  Perang Badar (624 M / 2 H) di mana pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih kecil dapat mengalahkan pasukan Mekah yang jauh lebih besar.
Selama Pertempuran Uhud, Nabi Muhammad (SAW) bersama 50 pemanah dan Abdullah bin Jubair berada di bukit Gunung Uhud untuk memastikan musuh tidak menyerang kaum Muslim dari belakang.
Nabi memerintahkan agar 50 orang ini menjaga kaum muslim dan mencegah musuh melewati celah gunung, dan tidak meninggalkan tempat ini dalam situasi kalah atau menang.
Selama pertempuran, setiap kali musuh mencoba menyerang dari belakang, para pemanah dapat memukul mundur. Musuh membuat strategi baru dengan membuang senjata mereka di satu tempat dan mereka mundur dari pertempuran. Saat itulah para pasukan elite terpancing dan turun untuk mengumpulkan barang rampasan perang.
Namun, pada saat yang sama kavaleri musuh yang dipimpin oleh Khaled bin Walid, yang pada waktu itu belum bisa menerima Islam, menyerang kaum Muslim dari belakang datang dari balik bukit itu.
Kala itu merupakan kemunduran besar bagi umat Islam Madinah, perang yang mengakibatkan banyak pengorbanan sahabat terkemuka Nabi, termasuk paman Nabi yaitu Hamzah dan Abdullah bin Jubair. Arabnews/Slamet Riyanto
- See more at: http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/uhud-magnet-bagi-jamaah-umrah-saat-ramadhan/#sthash.gqeaaIJD.dpuf

Senin, 05 Mei 2014

Jabal Tsur, Pelindung Rasulullah dari Kafir Quraisy

Memandang ke arah selatan dari Masjidil Haram di Kota Makkah, akan tampak barisan bukit batu terhampar memanjang. Berjarak lima kilometer dari Kota Makkah, barisan bukit batu tersebut adalah Jabal Tsur, perbukitan tertinggi di Makkah Al-Mukarromah.

Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys.

Kala itu, tahun 622 Masehi, Rasulullah Muhammad SAW berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif. Namun, kaum kafir Quraisy yang tak menginginkan ajaran Muhammad menyebar ke luar Makkah, melakukan pengejaran untuk menghalangi niat Rasulullah.

Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.

Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua.

Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.

Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.

Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.””

Dulu, saat musim haji banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun, kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan naik ke Jabal Tsur.

Jamaah kini hanya bisa menyaksikan Jabal Tsur dari bawah bukit. Bila jamaah kebetulah ikut rombongan yang melakukan rangkaian ziarah di Kota Makkah, maka bus pembawa rombongan akan berhenti di bawah bukit Jabal Tsur. Pemandu ziarah biasanya akan menceritakan sejarah peristiwa di zaman Rasulullah yang terjadi di Jabal Tsur.

Sambil mendengarkan penjelasan pemandu ziarah, jamaah bisa mendokumentasikan momentum berada di Jabal Tsur dengan latar belakang puncak bukit Jabal Tsur. Ada pula unta-unta yang bisa disewa untuk sekadar berkeliling dan berfoto di areal kaki bukit Jabal Tsur. Sayang, jamaah tak bisa naik melongok lokasi Gua Tsur. Kalau dulu, jamaah yang berfisik kuat biasanya memaksakan naik ke Gua Tsur dan melakukan shalat sunah di dalam gua. ismail ed:m as”adi/yto -

Sumber : http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/jabal-tsur-pelindung-rasulullah-dari-kafir-quraisy/#sthash.7rZwP8pF.dpuf

Rabu, 26 Maret 2014

Sejarah Pembangunan Baitul Haram

Masjidil Haram (ilustrasi). Foto: Blogspot.com
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imran: 96-97).

Kedua ayat ini mengisyaratkan dengan jelas bahwa rumah ibadah yang dibangun pertama kali di bumi adalah Baitullah. Kedua ayat ini pun menjelaskan tentang keeucian dan kehormatan yang terdapat padanya, beserta berbagai petunjuk, bukti, dan jejak yang ada padanya. Di antaranya adalah Maqam Ibrahim.
Al-Mawardi meriwayatkan dari Atha’, dari Ibnu Abbas, bahwa tatkala Adam diturunkan dari surga ke bumi, Allah SWT berfirman kepadanya, “Wahai Adam, pergilah dan dirikanlah sebuah rumah untuk-Ku. Lalu berthawaflah padanya. Sebutlah nama-Ku di dekatnya, sebagaimana engkau saksikan para malaikat melakukannya di seputar Arsy.”

Adam pun memijakkan kakinya di muka bumi. Setiap tepat yang dilewatinya kelak menjadi wilayah-wilayah yang berpenghuni. Ketika Adam sampai di lokasi Baitullah yang suci, Jibril memukulkan kedua sayapnya di bumi. Lalu, menyembullah fondasi yang tertancap erat dari atas lapisan bumi yang ketujuh. Para malaikat melemparkan kepadanya batu berat yang tidak akan sanggup diangkat oleh 30 orang laki-laki. Kemudian Adam membangun Baitullah dengan batu yang berasal dari lima gunung: Hira, Thur Sina, Lebanon, Jud, dan Thur Zait. Sedangkan batu pertamanya berasal dari gunung Hira.

Sebagian riwayat menyatakan, telah diturunkan sebuah kemah dari surga untuk Adam. Kemah tersebut dipasang di lokasi Ka’bah agar Adam dapat tinggal di dalamnya dan berthawaf di sekelilingnya. Kemah tersebut tetap berada di sana sampai Adam wafat. Setelah itu, barulah Allah mengangkatnya. Riwayat ini disampaikan melalui jalur Wahb bin Munabbih.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa telah diturunkan bersamanya Baitullah. Di sanalah Adam dan anak cucunya yang beriman melakukan thawaf. Namun, ketika bumi tenggelam oleh air bah, Allah mengangkat Baitullah ke langit. Baitullah itulah yang disebut dengan Baitul Ma’mur. Riwayat ini berasal dari Qatadah seperti yang ditulis Al-Halimi dalam kitabnya, Minhaj Ad-Din.

Al-Halimi mengatakan bahwa pengertian yang dikatakan Qatadah tentang ‘telah diturunkan Baitullah bersama Adam’ yakni diturunkan pula bersamanya ukuran rumah yang dibangun, baik panjang, lebar, maupun tingginya. Kemudian diperintahkan kepada Adam, “Bangunlah sesuai dengan ukurannya. Perhatikan posisinya, yaitu sekitar lokasi Ka’bah.”

Dia pun membangunnya di sana. Inilah pembangunan yang dilakukan Adam, dan kelak akan diteruskan oleh Ibrahim.

Redaktur: Chairul Akhmad Sumber: Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth


Sumber : http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/sejarah-pembangunan-baitul-haram/#sthash.5364HhKy.dpuf

Selasa, 11 Maret 2014

Masjid Quba: Rasul yang Mendesain dan Ikut Memikul Batu Batanya

Masjid Quba (Republika/Tommy Tamtomo)
Menunaikan ibadah haji, tak lengkap tanpa berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di tanah suci kelahiran para nabi. Di Madinah, masjid Quba merupakan salah satu masjid yang sayang sekali untuk dilewatkan. Inilah masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad SAW. Rasul yang mendesain masjid ini, bahkan ikut pula memikul batu bata dalam proses pembangunannya. 

Masjid Quba merupakan salah satu dari tiga masjid yang disebutkan dalam Alquran, selain Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. 

Alquran surat At-taubah 108 mencatat bahwa masjid Quba didirikan atas dasar takwa. “Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri”. (Surat At-taubah : 108) 

Masjid Quba terletak di perkampungan Quba, kira-kira 5 kilometer dari arah tenggara kota Madinah. Ini adalah masjid bersejarah karena dibangun oleh nabi Muhammad, yang ikut memikul batu bata saat pembangunannya. Ketika itu, Senin 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 M, para sahabat membawa bahan bangunan yang lain, sementraa Rosul memikul batu bata. 

Masjid dengan luas tanah sekitar 5.035 meter persegi ini awalnya merupakan tanah bekas kebun korma milik seorang sahabat Rasulullah. Ketika pertama dibangun, masjid ini hanya memiliki luas 1.200 meter persegi. Di sinilah tonggak pertama syiar Islam yang bakal menerangi seluruh dunia dengan cahaya Ilahiah. 

Ketika pembangunan masjid ini selesai, Rosul mengimami shalat selama 20 hari. Semasa hidupnya, lelaki yang dijuluki Al-Amin ini selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Nabi wafat, para sahabat menziarahi masjid ini dan melakukan salat di sana. 

Shalat di masjid Quba memiliki keutamaan. Menurut hadits nabi yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhum, ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”. 

Masjid Quba telah beberapa kali mengalami renovasi. Sebelum diperluas, pada zaman Rasulullah, masjid ini hanya memiliki luas 1.200 meter persegi. Menara masjid setinggi 47 meter dibangun pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. 

Buku berjudul “Sejarah Madinah Munawarah” karangan Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani menyebutkan masjid Quba telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan hingga memiliki daya tampung 20 ribu jamaah ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal. Saat ini, yang bertanggung jawab atas renovasi masjid adalah keluarga Saud. 

Kini masjid ini memiliki 19 pintu, terdiri dari tiga pintu utama dan 16 pintu lain. Dua pintu utama disediakan bagi jamaah laki-laki dan satu pintu untuk jamaah perempuan untuk memasuki masjid. 

Reporter: Dwi Murdaningsih, dari berbagai sumber - 

Sumber : http://www.jurnalhaji.com/wijhat/tempat-bersejarah/masjid-quba-rasul-yang-mendesain-dan-ikut-memikul-batu-batanya/#sthash.GBEJmCsV.dpuf
 
Back To Top